Jumat, 17 Mei 2013

Banjir

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap. Ada dua faktor penyebab terjadinya banjir,yaitu faktor alam dan manusia.Faktor alam disebabkan oleh gejala alam seperti : Tingginya curah hujan dan pencairan salju musiman,sedangkan faktor manusia seperti : Penggundulan hutan,penebangan pohon secara liar,danpembuangan sampah ke sungai.

Dampak banjir :                                  
Kerusakan fisik : Arus air banjir yang deras, maka akan menyebabkan kerusakan pada apapun yang dilaluinya seperti pohon tumbang,Kerusakan bangunan dll.

Persediaan air :  air akan terkontaminasi dengan zat-zat yang larut di dalam air banjir yang kotor,bau,keruh,dan terdapat banyak sampah-sampah,akibatnya persediaan air bersih mulai langka akhirnya masyarakat terpaksa menggunakan air kotor untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari seperti minum,mencuci,mandi dll.

Penyakit : Keadaan air yang kotor,bau,dan keruh merandam pemukiman penduduk,sehingga menjadi kumuh dan akan menyebabkan kondisi yang higienis.Akibatnya penyebaran penyakit seperti diare,dan infeksi kulit akan lebih mudah.

Pertanian dan persediaan makanan : Air yang merendami pemukiman penduduk termasuk areal persawahan akan menyebabkan para petani gagal panen,sehingga hasil pertanian akan langka dan persediaan makanan hanya sedikit bahkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Transportasi : Karena terendam banjir,Jalur transportasi akan rusak bahkan hancur,Akibatnya pemerintah akan sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan,terutama di daerah terpencil.

Ekonomi : Karena semua kerusakan yang disebabkan oleh banjir,maka pemerintah harus memperbaiki semua kerusakan dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,belum lagi karena terandam banjir, akan terjadi penurunan jumlah wisatawan,dan kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga.

Senin, 13 Mei 2013

Kerusakan Tanah

Tanah adalah lapisan terluar dari bumi yang padat yang terdiri dari campuran material batuan dengan sisa - sisa bahan organik.

A.     Manfaat tanah
1.      Secara fisik,tanah berfungsi sabegai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.
2.      Secara kimiawi,tanah berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai zat hara atau nutrisi dan unsur-unsur essensial.
3.      Secara biologi,tanah berfungsi sebagai habitat organisme yang aktif dalam penyediaan zat hara dan zat pemacu tumbuh pada tanaman.

Ketiganya mampu menunjang produktifitan tanah untuk menghasilkan biomas dan produksi baik tanaman pangan,tanaman obat-obatan,industri perkebunan,maupun kehutanan
B.      Penyebab terjadinya kerusakan tanah
1)      Perusakan hutan 
Akibat dari hutan yang rusak dapat mengurangi daya serap tanah dan mengurangi kemampuannya dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi.
2)      Proses kimiawi air hujan 
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena proses mekanis.
3)      Proses mekanis air hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga bisa terbentuk selokan. Pada daerah yang tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.
4)      Tanah longsor
Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan bebatuan ke bawah bukit. Hujan mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longgar dan berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas dari permukaan tanah.
5)      Erosi oleh air hujan
 Pergerakan tanah dapat disebabkan oleh air hujan, misalnya tanah labil yang ada di pinggir-pinggir sungai apabila tertimpa hujan lebat akan lepas dan jatuh ke sungai.
6)     Kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran.

C.      Dampak terjadinya kerusakan tanah
1)Kerusakan di tempat terjadinya erosi
Kerusakan tanah di tempat terjadinya erosi terutama akibat hilangnya sebagian tanah dari tempat tersebut karena erosi. Hilangnya sebagian tanah ini mengakibatkan hal-hal berikut:
penurunan produktifitas tanah, kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman,kualitas tanaman menurun,laju infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air berkurang,struktur tanah menjadi rusak, lebih banyak tenaga diperlukan untuk mengolah tanah,erosi gully dan tebing (longsor) menyebabkan lahan terbagi-bagi dan mengurangi luas lahan yang dapat ditanami,dan pendapatan petani berkurang.

 2)Kerusakan di tempat penerima hasil
Erosi dapat juga menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat penerima hasil erosi. Erosi memindahkan tanah berikut senyawa-senyawa kimia yang ada di dalamnya seperti unsur hara tanaman (N,P, bahan organik dan sebagainya) atau sisa pestisida dan herbisida (DDT, Endrin dan lain-lain),Pengendapan senyawa kimia yang dikandungnya dapat dikatakan sebagai polusi di tempat tersebut,polusi sedimen yaitu pencemaran yang disebabkan oleh bahan padat tanah,polusi kimia yaitu pencemaran oleh senyawa kimia yang ada di dalam tanah.

Polusi sedimen  dapat menyebabkan:
a)Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun. akibatnya menambah terjadinya banjir
b)Tanah yang subur menjadi rusak karena tertimbun oleh batu-batuan, pasir, dan kerikil.
c)Perubahan-perubahan dalam jumlah bahan yang diangkut mempengaruhi keseimbangan sungai tersebut. Apabila terjadi pengendapan di suatu dam, maka air yang telah kehilangan sebagian dari bahan yang diangkutnya tersebut akan mencari keseimbangan baru dengan mengikis dasar saluran atau pondasi dari dam tersebut sehingga menyebabkan kerusakan.

D.     Cara mencegah dan mengatasi kerusakan tanah 

1)Mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi.
Erosi tanah di sebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor curah hujan, erodibilitas tanah,kemiringan dan panjang lereng,tanaman penutup,pengelolaan lahan,serta praktik konservasi. Kita dapat mengendalikan faktor di atas dengan praktik konservasi.

a.Meskipun tidak dapat mengatur curah hujan, manusia dapat mengendalikan aliran permukaan yang berasal dari hujan, yaitu dengan membuat bendungan atau dam. Dengan mengendalikan aliranpermukaan maka banjir dapat dicegah.
b.Faktor panjang lereng dan kemiringan dapat di kendalikan dengan membuat terasering. Praktik konservasi ini dimaksudkan agar kecepatan aliran permukaan berkurang sehingga aliran air                  tidak mengikis tanah.
c.Untuk mencegah erosi pada lahan gundul perlu dilakukan penghijauan, yaitu dengan menanam pohon.
d.meningkatkan daya resap tanah dengan pembajakandan pemberian pupuk organik pada lahan. Tanah yang dibajak dan diberi pupuk organik bersifat lebih gembur sehingga hujan mudah meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, aliran permukaan dapat dikurangi.

2)Mengawetkan Tanah
Tidak selamanya tanah yang subur terus-menerus bisa subur. Tanah dapat mengalami penurunan kesuburan sehingga berpengaruh terhadap tumbuhnya tanaman. Erosi tanah menyebabkan tingkat kesuburan tanah menurun. Untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah maka perlu usaha pengawetan atau konservasi. Cara pengawetan tanah secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan metode vegetatif dan metode mekanik.
Metode vegetatif sangat efektif dalam pengendalian erosi tanah. Sebagai contoh, padang rumput alami dan vegetasi hutan membatasi atau mengendalikan erosi tanah pada tingkat normal. Metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

a.Penanaman tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip cropping).
b. Penanaman tanaman secara berjalur terhadap arah aliran air.Cara penanaman ini bertujuan untuk mengurangi atau menahan kecepatan aliran air dan menahan partikel-partikel tanah yang terangkut aliran air.
c. Penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering).
d. Penanaman tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).
Metode mekanik yang digabung dengan metode vegetatif akan lebih efektif untuk mengendalikan erosi tanah. Beberapa metode mekanik yang umum dilakukan sebagai berikut:
a. Penterasan lahan miring (terracering). Penterasan bertujuan untuk mengurangi panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng sehingga dapat memperlambat aliran air.
b. Pembuatan pematang dan saluran air. Pembuatan pematang  bertujuan untuk menahan aliran air.
c. Pembuatan cekdam. bertujuan untuk membendung aliran air yang melewati paritparit sehingga material tanah hasil erosi yang terangkut aliran tertahan dan terendapkan. Adanya cekdam maka parit-parit erosi lama-kelamaan mengalami pendangkalan, erosi tanah dapat dikendalikan, lapisan tanah menebal, dan produktivitas tanah meningkat.











Jumat, 17 Mei 2013

Banjir

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap. Ada dua faktor penyebab terjadinya banjir,yaitu faktor alam dan manusia.Faktor alam disebabkan oleh gejala alam seperti : Tingginya curah hujan dan pencairan salju musiman,sedangkan faktor manusia seperti : Penggundulan hutan,penebangan pohon secara liar,danpembuangan sampah ke sungai.

Dampak banjir :                                  
Kerusakan fisik : Arus air banjir yang deras, maka akan menyebabkan kerusakan pada apapun yang dilaluinya seperti pohon tumbang,Kerusakan bangunan dll.

Persediaan air :  air akan terkontaminasi dengan zat-zat yang larut di dalam air banjir yang kotor,bau,keruh,dan terdapat banyak sampah-sampah,akibatnya persediaan air bersih mulai langka akhirnya masyarakat terpaksa menggunakan air kotor untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari seperti minum,mencuci,mandi dll.

Penyakit : Keadaan air yang kotor,bau,dan keruh merandam pemukiman penduduk,sehingga menjadi kumuh dan akan menyebabkan kondisi yang higienis.Akibatnya penyebaran penyakit seperti diare,dan infeksi kulit akan lebih mudah.

Pertanian dan persediaan makanan : Air yang merendami pemukiman penduduk termasuk areal persawahan akan menyebabkan para petani gagal panen,sehingga hasil pertanian akan langka dan persediaan makanan hanya sedikit bahkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Transportasi : Karena terendam banjir,Jalur transportasi akan rusak bahkan hancur,Akibatnya pemerintah akan sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan,terutama di daerah terpencil.

Ekonomi : Karena semua kerusakan yang disebabkan oleh banjir,maka pemerintah harus memperbaiki semua kerusakan dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,belum lagi karena terandam banjir, akan terjadi penurunan jumlah wisatawan,dan kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga.

Senin, 13 Mei 2013

Kerusakan Tanah

Tanah adalah lapisan terluar dari bumi yang padat yang terdiri dari campuran material batuan dengan sisa - sisa bahan organik.

A.     Manfaat tanah
1.      Secara fisik,tanah berfungsi sabegai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.
2.      Secara kimiawi,tanah berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai zat hara atau nutrisi dan unsur-unsur essensial.
3.      Secara biologi,tanah berfungsi sebagai habitat organisme yang aktif dalam penyediaan zat hara dan zat pemacu tumbuh pada tanaman.

Ketiganya mampu menunjang produktifitan tanah untuk menghasilkan biomas dan produksi baik tanaman pangan,tanaman obat-obatan,industri perkebunan,maupun kehutanan
B.      Penyebab terjadinya kerusakan tanah
1)      Perusakan hutan 
Akibat dari hutan yang rusak dapat mengurangi daya serap tanah dan mengurangi kemampuannya dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi.
2)      Proses kimiawi air hujan 
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena proses mekanis.
3)      Proses mekanis air hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga bisa terbentuk selokan. Pada daerah yang tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.
4)      Tanah longsor
Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan bebatuan ke bawah bukit. Hujan mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longgar dan berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas dari permukaan tanah.
5)      Erosi oleh air hujan
 Pergerakan tanah dapat disebabkan oleh air hujan, misalnya tanah labil yang ada di pinggir-pinggir sungai apabila tertimpa hujan lebat akan lepas dan jatuh ke sungai.
6)     Kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran.

C.      Dampak terjadinya kerusakan tanah
1)Kerusakan di tempat terjadinya erosi
Kerusakan tanah di tempat terjadinya erosi terutama akibat hilangnya sebagian tanah dari tempat tersebut karena erosi. Hilangnya sebagian tanah ini mengakibatkan hal-hal berikut:
penurunan produktifitas tanah, kehilangan unsur hara yang diperlukan tanaman,kualitas tanaman menurun,laju infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air berkurang,struktur tanah menjadi rusak, lebih banyak tenaga diperlukan untuk mengolah tanah,erosi gully dan tebing (longsor) menyebabkan lahan terbagi-bagi dan mengurangi luas lahan yang dapat ditanami,dan pendapatan petani berkurang.

 2)Kerusakan di tempat penerima hasil
Erosi dapat juga menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat penerima hasil erosi. Erosi memindahkan tanah berikut senyawa-senyawa kimia yang ada di dalamnya seperti unsur hara tanaman (N,P, bahan organik dan sebagainya) atau sisa pestisida dan herbisida (DDT, Endrin dan lain-lain),Pengendapan senyawa kimia yang dikandungnya dapat dikatakan sebagai polusi di tempat tersebut,polusi sedimen yaitu pencemaran yang disebabkan oleh bahan padat tanah,polusi kimia yaitu pencemaran oleh senyawa kimia yang ada di dalam tanah.

Polusi sedimen  dapat menyebabkan:
a)Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun. akibatnya menambah terjadinya banjir
b)Tanah yang subur menjadi rusak karena tertimbun oleh batu-batuan, pasir, dan kerikil.
c)Perubahan-perubahan dalam jumlah bahan yang diangkut mempengaruhi keseimbangan sungai tersebut. Apabila terjadi pengendapan di suatu dam, maka air yang telah kehilangan sebagian dari bahan yang diangkutnya tersebut akan mencari keseimbangan baru dengan mengikis dasar saluran atau pondasi dari dam tersebut sehingga menyebabkan kerusakan.

D.     Cara mencegah dan mengatasi kerusakan tanah 

1)Mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi.
Erosi tanah di sebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor curah hujan, erodibilitas tanah,kemiringan dan panjang lereng,tanaman penutup,pengelolaan lahan,serta praktik konservasi. Kita dapat mengendalikan faktor di atas dengan praktik konservasi.

a.Meskipun tidak dapat mengatur curah hujan, manusia dapat mengendalikan aliran permukaan yang berasal dari hujan, yaitu dengan membuat bendungan atau dam. Dengan mengendalikan aliranpermukaan maka banjir dapat dicegah.
b.Faktor panjang lereng dan kemiringan dapat di kendalikan dengan membuat terasering. Praktik konservasi ini dimaksudkan agar kecepatan aliran permukaan berkurang sehingga aliran air                  tidak mengikis tanah.
c.Untuk mencegah erosi pada lahan gundul perlu dilakukan penghijauan, yaitu dengan menanam pohon.
d.meningkatkan daya resap tanah dengan pembajakandan pemberian pupuk organik pada lahan. Tanah yang dibajak dan diberi pupuk organik bersifat lebih gembur sehingga hujan mudah meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, aliran permukaan dapat dikurangi.

2)Mengawetkan Tanah
Tidak selamanya tanah yang subur terus-menerus bisa subur. Tanah dapat mengalami penurunan kesuburan sehingga berpengaruh terhadap tumbuhnya tanaman. Erosi tanah menyebabkan tingkat kesuburan tanah menurun. Untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah maka perlu usaha pengawetan atau konservasi. Cara pengawetan tanah secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan metode vegetatif dan metode mekanik.
Metode vegetatif sangat efektif dalam pengendalian erosi tanah. Sebagai contoh, padang rumput alami dan vegetasi hutan membatasi atau mengendalikan erosi tanah pada tingkat normal. Metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

a.Penanaman tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip cropping).
b. Penanaman tanaman secara berjalur terhadap arah aliran air.Cara penanaman ini bertujuan untuk mengurangi atau menahan kecepatan aliran air dan menahan partikel-partikel tanah yang terangkut aliran air.
c. Penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering).
d. Penanaman tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).
Metode mekanik yang digabung dengan metode vegetatif akan lebih efektif untuk mengendalikan erosi tanah. Beberapa metode mekanik yang umum dilakukan sebagai berikut:
a. Penterasan lahan miring (terracering). Penterasan bertujuan untuk mengurangi panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng sehingga dapat memperlambat aliran air.
b. Pembuatan pematang dan saluran air. Pembuatan pematang  bertujuan untuk menahan aliran air.
c. Pembuatan cekdam. bertujuan untuk membendung aliran air yang melewati paritparit sehingga material tanah hasil erosi yang terangkut aliran tertahan dan terendapkan. Adanya cekdam maka parit-parit erosi lama-kelamaan mengalami pendangkalan, erosi tanah dapat dikendalikan, lapisan tanah menebal, dan produktivitas tanah meningkat.











 

Blog Template by YummyLolly.com - Header Image by Arpi