Tanah
adalah lapisan terluar dari bumi yang padat yang terdiri dari campuran material batuan dengan sisa - sisa bahan organik.
A.
Manfaat tanah
1.
Secara
fisik,tanah berfungsi sabegai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.
2.
Secara kimiawi,tanah
berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai zat hara atau nutrisi dan
unsur-unsur essensial.
3.
Secara
biologi,tanah berfungsi sebagai habitat organisme yang aktif dalam penyediaan
zat hara dan zat pemacu tumbuh pada tanaman.
Ketiganya mampu menunjang produktifitan tanah untuk menghasilkan biomas dan produksi baik tanaman pangan,tanaman obat-obatan,industri perkebunan,maupun kehutanan
B.
Penyebab terjadinya kerusakan tanah
1) Perusakan hutan
Akibat dari hutan yang rusak dapat mengurangi daya serap tanah dan mengurangi kemampuannya dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi.
Akibat dari hutan yang rusak dapat mengurangi daya serap tanah dan mengurangi kemampuannya dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi.
2) Proses kimiawi air hujan
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena proses mekanis.
Air hujan merupakan faktor utama terjadinya kerusakan tanah melalui proses perubahan kimiawi dan sebagian lagi karena proses mekanis.
3) Proses mekanis air hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores
tanah di permukaannya sehingga bisa terbentuk selokan. Pada daerah yang tidak
bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan
dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.
4) Tanah longsor
Tanah longsor adalah turunnya atau ambruknya tanah dan bebatuan ke
bawah bukit. Hujan mempercepat longsornya tanah karena tanah menjadi longgar
dan berat. Pelongsoran hanya terjadi pada lapisan luar yang terlepas dari
permukaan tanah.
5) Erosi oleh air hujan
Pergerakan
tanah dapat disebabkan oleh air hujan, misalnya tanah labil yang ada di
pinggir-pinggir sungai apabila tertimpa hujan lebat akan lepas dan jatuh ke
sungai.
6) Kehilangan unsur hara dan bahan
organik dari daerah perakaran.
C.
Dampak terjadinya kerusakan tanah
1)Kerusakan di
tempat terjadinya erosi
Kerusakan
tanah di tempat terjadinya erosi terutama akibat hilangnya sebagian tanah dari
tempat tersebut karena erosi. Hilangnya sebagian tanah ini mengakibatkan
hal-hal berikut:
penurunan produktifitas tanah, kehilangan
unsur hara yang diperlukan
tanaman,kualitas tanaman menurun,laju infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air berkurang,struktur
tanah menjadi rusak, lebih banyak tenaga
diperlukan untuk mengolah tanah,erosi gully dan tebing (longsor)
menyebabkan lahan terbagi-bagi dan mengurangi luas lahan yang
dapat ditanami,dan pendapatan petani berkurang.
2)Kerusakan di tempat penerima hasil
Erosi dapat juga menyebabkan kerusakan-kerusakan di tempat penerima hasil erosi. Erosi memindahkan tanah berikut senyawa-senyawa kimia yang ada di dalamnya seperti unsur hara tanaman (N,P, bahan organik dan sebagainya) atau sisa pestisida dan herbisida (DDT, Endrin dan lain-lain),Pengendapan senyawa kimia yang dikandungnya dapat dikatakan sebagai polusi di tempat tersebut,polusi sedimen yaitu pencemaran yang disebabkan oleh bahan padat tanah,polusi kimia yaitu pencemaran oleh senyawa kimia yang ada di dalam tanah.
Polusi
sedimen dapat menyebabkan:
a)Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun. akibatnya menambah terjadinya banjir
a)Pendangkalan sungai sehingga kapasitas sungai menurun. akibatnya menambah terjadinya banjir
b)Tanah yang subur menjadi rusak
karena tertimbun oleh batu-batuan, pasir, dan kerikil.
c)Perubahan-perubahan dalam jumlah
bahan yang diangkut mempengaruhi keseimbangan sungai tersebut. Apabila terjadi
pengendapan di suatu dam, maka air yang telah kehilangan sebagian dari bahan
yang diangkutnya tersebut akan mencari keseimbangan baru dengan mengikis dasar
saluran atau pondasi dari dam tersebut sehingga menyebabkan kerusakan.
D.
Cara mencegah dan mengatasi kerusakan
tanah
1)Mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi.
1)Mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi.
Erosi tanah di sebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor curah hujan, erodibilitas tanah,kemiringan dan panjang lereng,tanaman penutup,pengelolaan lahan,serta praktik konservasi. Kita
dapat mengendalikan faktor di atas dengan praktik konservasi.
a.Meskipun
tidak dapat mengatur curah hujan, manusia dapat mengendalikan
aliran permukaan yang berasal dari hujan, yaitu dengan
membuat bendungan atau dam. Dengan mengendalikan aliranpermukaan maka
banjir dapat dicegah.
b.Faktor
panjang lereng dan kemiringan dapat di kendalikan dengan
membuat
terasering. Praktik konservasi ini dimaksudkan
agar kecepatan aliran permukaan
berkurang sehingga aliran air tidak mengikis tanah.
c.Untuk
mencegah erosi pada lahan gundul perlu dilakukan penghijauan, yaitu dengan
menanam pohon.
d.meningkatkan daya resap tanah dengan pembajakandan pemberian pupuk organik pada lahan. Tanah yang
dibajak dan diberi pupuk organik bersifat lebih gembur sehingga
hujan mudah meresap ke dalam tanah. Dengan demikian, aliran
permukaan dapat dikurangi.
2)Mengawetkan
Tanah
Tidak
selamanya tanah yang subur terus-menerus bisa subur. Tanah dapat mengalami
penurunan kesuburan sehingga berpengaruh terhadap tumbuhnya tanaman. Erosi
tanah menyebabkan tingkat kesuburan tanah menurun. Untuk mempertahankan tingkat
kesuburan tanah maka perlu usaha pengawetan atau konservasi. Cara pengawetan
tanah secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan metode vegetatif
dan metode mekanik.
Metode
vegetatif sangat efektif dalam pengendalian erosi tanah. Sebagai contoh, padang
rumput alami dan vegetasi hutan membatasi atau mengendalikan erosi tanah pada
tingkat normal. Metode vegetatif dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai
berikut:
a.Penanaman
tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip
cropping).
b. Penanaman
tanaman secara berjalur terhadap arah aliran air.Cara
penanaman ini bertujuan untuk mengurangi atau menahan kecepatan aliran air dan menahan partikel-partikel tanah yang terangkut
aliran air.
c. Penutupan
lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering).
d. Penanaman
tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).
Metode mekanik yang digabung dengan metode vegetatif akan lebih
efektif untuk mengendalikan erosi tanah. Beberapa metode mekanik yang umum
dilakukan sebagai berikut:
a. Penterasan
lahan miring (terracering).
Penterasan bertujuan untuk mengurangi
panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng sehingga dapat memperlambat aliran air.
b. Pembuatan
pematang dan saluran air. Pembuatan pematang bertujuan
untuk menahan aliran air.
c. Pembuatan
cekdam. bertujuan untuk membendung aliran air yang melewati paritparit sehingga material tanah hasil erosi yang
terangkut aliran tertahan dan terendapkan.
Adanya cekdam maka parit-parit erosi lama-kelamaan mengalami pendangkalan,
erosi tanah dapat dikendalikan, lapisan tanah
menebal, dan produktivitas tanah meningkat.

0 komentar:
Posting Komentar